Thursday, 26 December 2013

Inilah Kado Terakhir Kami

Setelah tiga setengah tahun berlalu indahnya mengangkat sebuah trofi kejuaraan masih teringat jelas dalam ingatan, bau rumput lapangan beralaskan aspal, tawarnya air hujan, dan asinnya air keringat kala itu dan juga gol pada babak perpanjangan waktu dari sepakan bola dengan memutar badan 180 derajat masih terasa pada kaki bagian kiri dalam ini.

Kejuaraan sepak bola antar kelas di tengah semester seolah seperti parade piala dunia empat tahunan yang sayang bila harus di lewatkan, sebelumnya pada kejuaraan rutin yang bernama Liga Bola Futsal SMK 1 Pandeglang yang memakai sistem grup dan knock out kami tersingkir pada sistem gugur karena sedikit terdzolimi oleh orang orang pengecut yang tidak mengenal arti fair play dalam sepak bola, pada saat itu memang posisi kami berada di ujung tanduk untuk bisa lolos, hanya memiliki poin 4 dari 3 kali bertanding membuat kami menggantungkan nasib pada tim yang pernah kami kalahkan sebelumnya sebut saja ( 2AP2 ). Mereka harus menang bila kami ingin lolos pada pertandingan terakhir melawan ( 2A2 ). Namun nasib berkata lain pertandingan seolah sudah di atur sebelumnya terlihat mereka sudah tidak memiliki semangat untuk bertanding dan hasilnya mereka kalah telah dan kami tersingkir secara tragis.

Ada moment di mana saya merasa inilah sepak bola, inilah semangat, inilah kami sebagai satu kesatuan dan keluarga, melawan 3AP2 yang kami sebut sebagai klub yang di isi para monster, ya ! mereka adalah tim dengan kekuatan di atas rata rata, skill mereka jauh di atas kami ada Fajar yang merupakan kapten dari SMK 1 dan juga Anwar si banteng yang tangguh di lini belakang dan belum lagi pemain seperti tongo, yusuf, dan lainnya yang bisa memberikan kejutan, Namun dengan semangat kami yang saat itu wajib harus memang di bawah guyuran hujan ada beberapa pemain yang tampil tidak seperti biasa, adalah duet adih dan juga yayan h yang sigap di lini belakang dan terus memarking pergerakan duet Fajar dan Tongo, keringat bercampur air hujan terpercik dari kulit dan rambut mereka setiap kali duel terjadi, Kami menang dengan skor 5 -3 kala itu. Harapan untuk lolos terbuka lebar setelah sebelumnya hanya bermain imbang dan kalah di pertandingan pertama, namun apa yang terjadi seperti cerita di paragraf kedua kami tersingkir dengan kepala tegak.

Dengan tersingkirnya kami di ajang tersebut satu ajang pelampiasan yang tersisa hanyalah ajang copa smk atau piala smk yang di adakan pada saat tengah semester, dengan tekad yang bulat kami semua berencana bangkit dan menang, banyak alasan yang mengharuskan kami juara selain pelampiasan demdam juga kado terakhir untuk kami karena ini adalah tahun terkahir kami belajar di smk.

Pertandingan pertama kami jalani tanpa banyak kesulitan menang 6 - 0 melawan 2 AP 1 dan di pertandingan selanjutnya kami menang melawan tim yang pernah mendzolimi kami di kejuaraan yang berbeda yaitu Liga Bola Futsal SMK 1 Pandeglang. Melawan 2AP2 Pada saat itu di panasnya terik matahari kami menang dengan skor tipis 2 -1. Jujur kami kewalahan dan sempat menghela nafas karena serangan berganti serangan kami lakukan sepanjang pertandingan, dan inilah hasil yang fair untuk kami.

Di pertandingan selanjutnya kami pun tidak mendapatkan kesulitan yaitu melawan 3 A 1 yang mana pada pagi itu kami menang dengan skor telah 4 -1. Barulah pada babak semifinal yang merupakan pertandingan yang menguras banyak fisik, dan emosi, melawan 3 A 2 yang di perkuat playmaker flamboyan dengan skill luar biasa dan juga kejeniusannya dalam mengatur serangan yaitu Rian Hidayat. Awalnya kami merasa akan mudah menang karna dengan mematikan pergerakan dia semuanya akan beres. Namun apa daya dua gol yang kami buat di awal laga di balas 2 gol berikutnya dari mereka karena kecerobohan kami dan sedikit keputusan wasit yang kontroversial, pertandingan sempat terhenti beberapa saat, di bawah guyuran hujan kami terus bertanding dengan skor imbang, hebatnya kiper yang mereka miliki saat itu membuat serangan kami sia sia. 

Perpanjangan waktu pun terjadi duel sengit di lapangan tengah tidak terbantahkan, namun di awal penghujung laga babak pertama perpanjangan waktu sepakan keras memutar badan  ale dhandiez dengan kaki kiri sukses menembus jala penjaga gawang lawan, skor berubah 3 - 2 dengan fisik dan stamina yang mulai menurun tim lawan akhirnya kewalahan dan gawang kembali kebobolan oleh orang yang sama, kami masuk ke final dengan skor 4 -2 .

Di babak final kami terlihat cukup tenang dan percaya diri melawan 2 P 2 kami menurunkan pemain yang tidak pernah turun di babak sebelumnya yaitu Ebod H. Keputusan terbilang tepat pemain tersebut mencetak hatrick dan tanpa kesulitan kami menang dengan skor 3 -1 . Inilah kado terindah kami pada kejuaraan terakhir yang kami ikuti di SMK 1. Hujan, Keringat, Aspal, adalah saksi dimana semangat mengalahkan apa yang kami takutkan. 

Line Up :

Dandi Wijaya (c)
Yadi S (k)
Yayan H
Abdoel Adih
Arief B
Sarief Ebod H
Robby Djati
Rahmat
Lili K
Iip
Riki N
Riki M
Sukron
Asep U
Jamal Sh
Yuda A . 

PENAMPAKAN ORANG ORANG GANTENG !!




0 comments:

Post a Comment

sok mangga atuh di komen ntong era era .. ^_^ ..

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com